Etika Mengirim Undangan Digital lewat WhatsApp

Tips menyampaikan undangan dengan hangat, jelas, dan tetap menghargai kenyamanan penerima.

Pasangan merayakan momen pernikahan

Tulis pesan yang personal

Sapa penerima dengan nama dan sampaikan maksud undangan sebelum membagikan tautan. Pesan singkat yang jelas terasa lebih hangat daripada mengirim tautan tanpa penjelasan.

Cantumkan ringkasan tanggal dan lokasi dalam pesan agar penerima dapat memahami informasi dasar meskipun belum membuka halaman undangan. Periksa kembali nama dan tautan sebelum mengirim.

Perhatikan waktu dan kebutuhan tamu

Kirim dengan waktu yang cukup untuk membantu tamu menyusun rencana. Jika membutuhkan konfirmasi, tuliskan cara dan batas waktunya dengan sopan tanpa menekan penerima.

Untuk orang tua atau kerabat yang kurang terbiasa membuka tautan, telepon atau kunjungan dapat menjadi pelengkap. Pilih cara yang sesuai dengan hubungan dan kebiasaan keluarga masing-masing.

Contoh pesan pengantar

Contoh untuk kerabat: “Bapak/Ibu [nama], dengan hormat kami mengundang Bapak/Ibu hadir pada acara pernikahan kami pada [tanggal]. Informasi waktu dan lokasi dapat dilihat melalui tautan berikut: [tautan]. Terima kasih atas doa dan kehadirannya.”

Sesuaikan sapaan dan bahasa dengan penerima. Periksa nama, tanggal, serta tautan sebelum mengirim; jika ada perubahan acara, beri kabar kembali agar tamu tidak hanya mengandalkan pesan lama.

Bacaan terkait: RRI: Undangan Pernikahan Digital, Cinta Tak Lagi Dicetak ↗

Jelajahi template undangan digital ↗

LANJUT MEMBACA

Semua artikel